aku ingin kita.
POSTED ON Jumat, 09 Agustus 2013 AT 00.59 \\

Untuk kamu, satu-satunya orang yang membuatku selalu melayang dan tersenyum.
Detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun, telah aku lewati dengan mengagumimu. Mungkin kamu tak pernah sadar akan hal itu, karena aku melakukannya secara diam-diam; memendam perasaan. Mungkin kamu juga tak pernah tahu kalau selama bertahun-tahun ini, aku selalu berusaha mendapatkan perhatianmu; senyummu.
Senyum itu, senyum yang sangat luar biasa magisnya. Senyum dari seorang yang aku kagumi, yang membuatku selalu melayang. Aku tahu, senyuman manisyang selalu membuatku melayangitu tak hanya kau berikan padaku. Tapi, rasa itu membuatku menyimpulkan definisi senyum itu. Luar biasa, penuh magis, dan... membuatku nyaman.
Nyaman. Aku tak pernah merasakan kata itu sebelumnya, ketika berada di dekat seorang lelaki dan melihat senyumnya. Perdana kata itu aku rasakan, dan ia tertuju padamu. Aku merasa terlindungi dan menikmati ketika berada di dekat kamu; ketika kita jalan bersama.
Dan satu rasa lagi yang membuatku menyimpulkan kalau aku mengagumimu, debaran. Ya, debaran itu selalu menghampiri hatiku ketika melihat senyummu, apalagi berada di dekatmu. Debaran itulah yang selalu membuatku penasaran dan bertanya-tanya akan hati ini, akan rasa ini padamu. Hingga kala itu aku menyimpulkan, kalau aku mengagumimu.
Kagum? Aku tahu tak hanya aku satu-satunya orang yang mengagumimu. Mungkin masih ada puluhan atau ratusan gadis yang lebih mengagumimu, lebih tahu semua tentang kamu. Mana ada sih, gadis yang tak kagum dengan parasmu yang rupawan dan tabiatmu yang begitu menawan?
Tapi aku, aku tidak hanya mengagumimu. Aku juga menyukaimu. Dan satu lagi, aku mencintaimu. Tak hanya pada paras dan tabiatmu yang manis itu, tapi pada debaran dan rasa nyaman yang kutemukan hanya pada dirimu. Debaran itu semakin kuat setiap detiknya, membuat rasa kagum ini berubah menjadi cinta.
            Kamu ramah, baik, tak ada yang tak terpikat oleh dirimu. Tapi aku merasa suatu hal yang berbeda. Aku merasa berbeda dengan senyum yang akhir-akhir ini kamu tunjukkan padaku. Lebih terlihat ceria, bahagia, dan tulus dari hati. Aku merasa ada kata “hai” atau sapaan lainnya, hanya dengan melihat senyummu. Aku merasa senyum itu hanya kamu berikan padaku, hanya aku. Matamu yang indah itu juga memancarkan perasaanmu, rasa yang sedang kamu rasakan; rasa berbeda ketika kamu bertemu denganku. Aku tahu, kamu suka padaku.
            Sebelum kamu, aku telah lebih dulu menyukaimu. Jauh lebih dulu. Jadi tak mungkin kiranya aku menghilangkan perasaan itu ketika rasa yang kutunggu-tunggu terjadi, kan?
Tapi, kita seakan saling menyukai satu sama lain, secara diam-diam. Tak ada diantara kita yang berniat mengatakannya. Malu dan grogi. Tapi, mata itu tak bisa berbohong. Ya, mata aku dan kamu. Mata yang ingin berkata kalau aku dan kamu ingin lebih dekat. Senyum itu juga sama, semakin lama semakin tulus. Semakin menunjukkan rasa dari hati. Ya, cara pendekatan yang unik, berbeda dengan pasangan lainnya. Hanya dengan senyuman, aku dan kamu bisa saling menyukai, walau terkesan sembunyi-sembunyi.
            Sekarang, ego itu muncul. Ego yang berasal dari hatiku, sehingga tak dapat ditentang dan ditantang. Hati itu ingin memilikimu. Secara seutuhnya. Tidak hanya berkomunikasi dengan sorot mata dan senyum manis. Ya, aku ingin.. aku dan kamu menjadi kita. Aku ingin, aku dan kamu yang tadinya berbeda menjadi satu kesatuan yang dapat melengkapi satu sama lain. Aku ingin kita yang akan selalu saling menguatkan, ketika suka apalagi duka. Aku ingin kita yang saling mencintai, yang menjalin hubungan harmonis nan romantis. Aku ingin kita, bukan aku dan kamu. Apa bisa?